Rabu, 04 November 2009

Minum Air Es

‘Kembar Air’ Bukan karena Minum Es Kembar air adalah istilah yang berasal dari masyarakat untuk bayi yang lahir dengan keluarnya banyak air. Padahal itu terjadi karena ukuran kandungan besar karena air ketuban berlebih sehingga seolah-olah kembar dengan air.

Bukan karena air es

Menurut dr. Nurwansyah, SpOG, dokter spesialis obstetri dan ginekologi, Brawijaya Women and Children Hospital, pendapat tersebut tidak benar. "Kembar air itu istilah yang berasal dari masyarakat untuk bayi yang seolah ‘kembar’ dengan air. Padahal, itu terjadi karena ukuran kandungan besar karena air ketuban berlebih sehingga seolah-olah kembar dengan air," paparnya. Kondisi seperti itu, selanjutnya, sama sekali tidak ada hubungannya dengan minum air es selama kehamilan. "Minum berapa banyak pun air es, tidak akan berpengaruh pada janin. Karena, sebenarnya di dalam rahim saat hamil, ada plasenta yang memiliki regulator. Jadi, jika minum banyak sekalipun, yang diserap hanya sesuai kebutuhan saja," paparnya. Secara sederhana, bila diilustrasikan, saat Anda minum, air akan diserap usus, lalu masuk ke dalam jantung, sehingga membuat darah encer dan dapat beredar ke seluruh tubuh. Nah, sebagian lagi yang tidak terpakai akan dibuang melalui urin.

Polihidramnion

Sebenarnya, kondisi ‘kembar air’ bukan disebabkan oleh minum air es, melainkan adanya kondisi polihidramnion. "Polihidramnion adalah terkumpulnya cairan di dalam ketuban di atas 2 liter. Banyaknya air ketuban itu secara garis besar bisa disebakan oleh faktor yang diketahui sebabnya, dan faktor yang tidak diketahui sebabnya," terang dr. Nurwansyah.

Faktor yang diketahui sebabnya, terjadi karena :

  • Terdapat gangguan/sumbatan pada saluran pencernaan janin.
  • Adanya infeksi.
  • Bayi kembar
  • Bisa terdeteksi setiap saat

Menurut dr. Nurwansyah, SpOG, dokter spesialis obstetri dan ginekologi, Brawijaya Women and Children Hospital sebenarnya kondisi polihidramnion dapat terdeteksi setiap saat, sepanjang Anda rutin memeriksakan kehamilan. Untuk pemeriksaan tanpa USG, jika kondisi ukuran rahim lebih besar dari usia kehamilan berdasarkan haid terakhir, misalnya usia kehamilan 16 minggu, tapi besarnya usia kehamilan seperti 20 minggu. Maka, dapat dicurigai adanya polihidramnion. Periksakan kehamilan Anda dengan USG, untuk memastikan kecurigaan.

Bayi Prematur

"Polihidramnion tidak akan berdampak pada bayi, melainkan pada kehamilan. Jadi, umumnya, kehamilan tidak bisa berlangsung 9 bulan 10 hari, tetapi harus dilahirkan lebih cepat (prematur)," ungkapnya. Pasalnya, bila dibiarkan kondisi ini akan membuat sang ibu merasa sesak sehingga tidak nyaman.

Menurut dr. Nurwansyah, polihidramnion dapat terjadi pada ibu manapun, dan saat ini belum ada faktor pencegahnya. Oleh karenanya lakukan pemeriksaan secara rutin sesuai anjuran dokter kandungan. Sehingga, kondisi kehamilan Anda dapat senantiasa terpantau.

Dengan demikian, jelaslah bahwa minum air es tidak akan menyebabkan kehamilan menjadi besar atau ‘kembar air’. Jadi mulai sekarang, Anda tak perlu khawatir lagi untuk meminum air es. Apalagi jika itu adalah es jus buah. Justru akan membuat Anda merasa segar.

Sumber : http://www.kafebalita.com

Kamis, 29 Oktober 2009

Memahami Penyebab Keguguran

Berbicara tentang keguguran adalah hal yang tidak menyenangkan. Dan lebih menyedihkan jika ini terjadi pada pasangan yang ingin sekali memiliki momongan, tapi kemudian mengalami keguguran. Nah artikel hari ini akan membahas sedikit tentang keguguran, penyebabnya, tanda-tandanya, dan apa yang harus diperhatikan oleh setiap wanita hamil (dan juga suaminya).

Keguguran -atau dalam bahasa medis dikenal dengan sebutan aborsi spontan- secara definisi adalah keluarnya hasil pembuahan (embryo) atau janin sebelum ia mampu bertahan hidup. Sekitar 80% keguguran terjadi pada trimester awal, sebelum usia kehamilan mencapai 20 minggu (sering juga disebut early miscarriage). Jadi bagi para wanita hamil yang telah memasuki trimester 2, boleh lebih tenang, karena angka kejadian keguguran akan menurun drastis.

Nah, sebenarnya apa sih penyebab keguguran?

Sebagian besar penyebab keguguran diteliti disebabkan oleh faktor kromosom atau faktor genetik. Tapi penyebab pasti sebenarnya sulit untuk diketahui, karena banyak keguguran yang sebenarnya terjadi sangat dini -sedemikian sehingga seorang wanita belum menyadari bahwa dirinya hamil.

Faktor lain seperti usia, kurang vitamin, riwayat keguguran sebelumnya, kelainan hormonal, dan penyakit menular seksual juga bisa menjadi penyebab terjadinya keguguran. Belum lagi masalah kelainan anatomi organ reproduksi wanita yang tentunya mempengaruhi gagalnya kehamilan normal.

Beberapa tanda keguguran yang perlu diketahui wanita hamil -terutama yang berada di trimester 1 kehamilannya- adalah:

  • terjadinya kram di perut bagian bawah (kadang bisa terasa begitu hebat)
  • terjadinya perdarahan per vaginam - seperti suatu menstruasi
  • terjadinya spotting/perdarahan ringan, tapi terus menerus dalam beberapa hari

Jika wanita hamil mengalami tanda-tanda keguguran tersebut, segera konsultasikan dengan dokter Anda, untuk mendapat kepastian diagnosa dan juga penanganan yang tepat. Jika yang terjadi hanya ancaman keguguran, maka sebisa mungkin kehamilan akan dipertahankan -dengan obat dan istirahat. Tapi jika sudah terjadi abortus/keguguran, dan tidak ada lagi tanda kehidupan janin, maka kehamilan tidak bisa dipertahankan.

Faktanya, seorang wanita yang sempat mengalami perdarahan ringan (spotting) pada kehamilan trimester awal, kebanyakan berlanjut pada suatu kehamilan yang sehat hingga saat melahirkan.

Seandainya pun telah terjadi keguguran, wanita dan pasangannya sebaiknya tidak terlalu larut dalam kesedihan, karena biasanya setelah 2-3 siklus haid, kemungkinan untuk hamil lagi cukup besar.

Sumber : http://iwannabemom.com

Tips Hamil

Walaupun setiap kehamilan adalah anugerah Tuhan, tapi ga ada salahnya menyimak tips berikut ini. Okay, let’s get started!

  1. Lupakan semua kontrasepsi. Jika sebelum ini Anda adalah pengguna reguler alat/obat kontrasepsi, maka ini waktunya untuk melupakan hal itu semua. Dan jika Anda merencanakan kehamilan, mungkin Anda perlu sedikit bersabar, karena kadang tubuh kita butuh penyesuaian. Untuk kembali ke siklus subur (ovulasi) yang normal mungkin diperlukan beberapa bulan, jangan panik yah..
  2. Ovulasi = Masa Subur. Banyak banget wanita-wanita yang tidak tahu kapan masa subur mereka. Tidak peduli seberapa sering Anda dan suami berhubungan, jika Anda berdua melewatkan masa subur itu, maka hampir tidak mungkin hamil. Nah itu sebabnya penting untuk tahu kapan sih masa subur Anda. Masa subur biasanya dihitung 12 sampai dengan 14 hari dari hari pertama kita mendapatkan haid, tapi ini tergantung dari belama lama siklus haid kita. Untuk lebih jelasnya cara perhitungan kapan masa subur kita silahkan kunjungi website babyhope.com
  3. Have Sex sebelum Masa Subur. Penelitian membuktikan bahwa umur sperma bisa bertahan hidup selama 2-3 hari, namun sayangnya umur sel telur hanyalah sekitar maksimal 24 jam. Nah jika Anda berhubungan seksual sebelum masa subur, maka diharapkan sel sperma masih hidup dan bisa bertemu dengan sel telur idamannya. (another trick : dianjurkan untuk berhubungan seksual 2-3x dalam seminggu)
  4. Positive Thinking. Ini mungkin terdengar sepele, tapi percayalah, bahwa jiwa positif diperlukan dalam mengharapkan kehadiran seorang bayi (kehamilan). Artinya, jika di pagi hari Anda mencoba mengecek urin Anda, dan hasilnya negatif, jangan mudah untuk patah semangat! Cobalah kembali bulan depan. Tidak semua pasangan selalu langsung mendapatkan bayi dengan hanya sekali mencoba kok.
itu aja dulu tipsnya, kita hanya bisa berusaha dan berdoa semua tergantung kehendak Yang Maha Kuasa, jangan putus asa dan tetaplah berserah diri pada-NYa, pasti kita mendapat momongan diwaktu yang tetap ;)
Sumber : http://iwannabemom.com

Memahami Blighted Ovum

Bagi yang belom pernah mendengar istilah dalam judul diatas, blighted ovum adalah suatu kondisi -yang termasuk keguguran- dimana hasil konsepsi (sel telur yang telah dibuahi) terimplantasi pada dinding rahim, tapi embryo-nya tidak tumbuh atau bahkan tidak terbentuk sama sekali.

Belakangan beberapa pakar lebih menyukai istilah kegagalan kehamilan awal (early pregnancy failure) atau kehamilan anembryonic (tanpa embryo) dibanding kata blighted ovum, karena sebagian besar kasus, pasti melewati hasil tes kehamilan yang positif, sehingga seakan-akan terdeteksi sebagai suatu kehamilan.

embryo_8_cells

Jadi sebenarnya plasenta telah mulai terbentuk dan mulai menghasilkan hormon hCG (hormon yang dideteksi oleh alat tes kehamilan/testpack). Inilah alasan mengapa “hasil tes kehamilan positif tuh, tapi kok dokter ngga berhasil menemukannya saat di-USG?” Saat awal mungkin Anda bisa merasakan beberapa gejala seperti mual, mudah lelah, dan Anda merasa bahwa Anda hamil. Tapi di hari-hari kemudian, saat hormon hCG mulai turun, gejala itu mulai hilang dan biasanya terjadilah spotting atau perdarahan.

Suatu kasus blighted ovum biasanya berakhir pada keguguran. Beberapa wanita memilih untuk menunggu proses peluruhan itu secara natural, sementara bisa juga dilakukan prosedur seperti dilatasi dan kuretase (D&C) untuk meluruhkan jaringan plasenta dalam rahim.

Beberapa tanda terjadinya blighted ovum adalah Anda mengalami terlambat haid, lalu hasil tes kehamilan menunjukkan positif, namun dokter tidak menemukan tanda kehidupan embryo, atau kantong kehamilannya kosong (diperiksa dengan USG). Belakangan bisa terjadi kram perut, dan mungkin spotting atau perdarahan. Biasanya saat ini terjadi, wanita yang mengalaminya sudah panik dan hampir dipastikan sudah pergi ke dokter untuk berkonsultasi.

Sebagian besar wanita yang pernah mengalami blighted ovum, biasanya tetap bisa hamil di kemudian hari. Kecuali Anda mengalami beberapa kali keguguran, sangat disarankan untuk memeriksakan diri dan berkonsultasi pada dokter kandungan Anda.

Sumber : http://iwannabemom.com

Rabu, 28 Oktober 2009

10 Tanda Kehamilan

Beberapa tanda-tanda kehamilan dari buku dan artikel yang pernah saya baca, juga dari pengalaman teman-teman saya dan tentunya dari pengalaman saya sendiri.

1.Payudara terasa ‘membengkak’ dan sedikit nyeri
Salah satu tanda awal dari kehamilan adalah rasa nyeri/sensitive pada payudara bila disentuh. Ini disebabkan oleh meningkatnya kadar hormon dalam tubuh. Rasanya mungkin lebih sakit dari yang anda biasa alami sebelum menstruasi. Rasa tidak nyaman ini akan berkurang setelah trimester pertama, seiring tubuh menyesuaikan dengan perubahan hormon.

2. Cepat letih
Merasa sangat lelah secara tiba-tiba? Tidak ada yang tahu secara pasti apa yang menyebabkan kelelahan pada awal kehamilan. Tapi ada kemungkinan terjadinya peningkatan kadar hormon progesteron yang menyebabkan anda mengantuk.
Anda akan merasa lebih berenergi setelah anda menginjak trimester kedua. Walaupun rasa lelah biasanya kembali datang pada bulan-bulan akhir kehamilan ketika anda membawa beban lebih berat dan ketidaknyamanan juga biasa terjadi pada masa kehamilan yang membuat anda susah untuk tidur dengan nyenyak.

3. Perdarahan/flek
Beberapa wanita mengalami sedikit perdarahan sekitar 11 – 12 hari setelah terjadi pembuahan (dekat waktu anda terlambat datang bulan). Perdarahan ini mungkin disebabkan oleh sel telur yang telah dibuahi masuk kedalam lapisan yang kaya akan darah di uterus anda. Proses ini dimulai 6 hari setelah pembuahan, tetapi tidak ada seorangpun yang tahu dengan pasti.
Perdarahannya tidak banyak (tampak seperti noda merah, pink atau agak kecoklatan) dan berakhir dalam 1 – 2 hari (SEGERA beritahu dokter anda bila anda mengalami perdarahan, apalagi bila itu diikuti rasa sakit karena ini bisa merupakan tanda dari kehamilan ectopic (biasa disebut hamil di luar kandungan).

4. Mual dan Muntah
Kalau anda seperti wanita pada umumnya, morning sickness tidak muncul sampai 1 bulan setelah pembuahan. (beberapa yang beruntung tidak mengalaminya sama sekali…seperti saya…). Tetapi beberapa wanita merasa mual lebih awal. Dan itu tidak hanya pagi hari, kehamilan dengan mual dan muntah dapat terjadi pagi, siang atau malam.
Kira-kira 50% wanita hamil tetap merasakan mual-mual sampai pada awal trimester kedua. Dan sebagian lagi yang lain perlu beberapa bulan sampai rasa mualnya benar-benar hilang.

5. Meningkatnya sensitifitas terhadap bau
Kalau anda pertama kali hamil, tidak aneh kalau anda menghindari bau kopi atau aroma lain yang menyengat. Walaupun tidak ada yang tahu secara pasti, ini mungkin terjadi akibat dari meningkatnya kadar estrogen di tubuh anda. Anda juga mungkin akan menemukan beberapa makanan yang biasanya anda suka tiba-tiba jadi ‘aneh’ rasanya.

6. Perut Kembung
Perubahan hormonal pada awal kehamilan dapat membuat anda merasa kembung, sama seperti pada beberapa wanita sebelum datang bulan. Itu sebabnya baju anda terasa sesak dari biasanya di bagian pinggang, walaupun kandungan anda masih kecil.

7. Sering Buang Air Kecil
Segera setelah anda hamil, anda akan menyadari bahwa anda jadi rajin ke kamar mandi. Kenapa ya? Ini terjadi kebanyakan karena selama kehamilan jumlah darah dan cairan tubuh meningkat sehingga cairan yang diproses di ginjal juga meningkat dan akhirnya ke kantung kencing anda.
Gejala ini biasanya muncul awal minggu ke-6 sampai trimester pertama dan jadi lebih sering seiring proses kehamilan dan pertumbuhan bayi yang semakin menekan kantung kencing anda.

8. Terlambat Datang Bulan
Jika anda biasanya menstruasi secara cukup teratur dan bulan ini anda ‘terlambat’, anda bisa mencoba test kehamilan walaupun anda belum merasakan ada tanda-tanda kehamilan seperti yang saya sebutkan tadi. Tetapi jika menstruasi anda tidak teratur atau anda tidak terlalu memperhatikan siklusnya, rasa mual-mual, payudara yang terasa mengencang dan lebih sering ke kamar kecil bisa menandakan kehamilan sebelum anda menyadari bahwa mens anda terlambat.

9. Suhu tubuh naik
Jika anda sering mengukur suhu tubuh anda dan anda melihat bahwa suhu tubuh anda tetap naik selama 18 hari, anda mungkin hamil.

Dan akhirnya…..

10. Pembuktian: Hasil test kehamilan di rumah
Biasanya anda bisa melihat tanda positif atau tidaknya kehamilan anda pada alat testpack, tetapi ada testpack yang tidak cukup sensitive membaca tanda kehamilan sampai kurang lebih seminggu setelah terlambatnya dating bulan. Jadi jika anda memutuskan untuk melakukan tes lebih awal dan hasilnya negative, coba lagi beberapa hari berikutnya. Jika anda ‘akhirnya’ menemukan hasilnya positif, periksalah ke dokter kandungan.

Sumber : www.ayahbunda.net

Mitos Seputar Kehamilan dan Mencatak Bayi Cerdas

Dari asupan gizi yang baik sampai memperdengarkan musik klasik dilakukan para ibu hamil untuk mencerdaskan bayinya. Mana yang benar-benar terbukti tokcer?

Persaingan hidup yang kian tajam membuat para orang tua berlomba-lomba mempersiapkan anaknya. Bukan sekadar memberi seabrek latihan sejak bayi atau memilihkan sekolah unggulan belaka. Sejak dalam kandungan, mereka sudah melakukan banyak hal untuk meningkatkan kecerdasan janin.
Apa sih yang banyak dilakukan ibu hamil agar si kecil cerdas? Benarkah hal tersebut hanya mitos semata?

1. Jangan memotong atau menjahit baju, nanti anak akan lahir dengan bibir sumbing
Fakta: Bibir sumbing biasanya karena pengaruh obat-obatan yang diminum ibu saat hamil, efek radiasi atau faktor genetik. Untuk alasan ini sinar X tidak dilakukan selama kehamilan kecuali atas indikasi tertentu.

2. Minum es selama kehamilan akan membuat bayi lahir besar
Fakta: Bayi besar biasanya berhubungan dengan ibu hamil yang mempunyai penyakit kencing manis. Jadi mungkin es ini diminum oleh ibu hamil yang memang dengan riwayat penyakit kencing manis. Jadi bukan minum es lalu menyebabkan bayi besar karena air es akan dikeluarkan oleh tubuh sebagai keringat atau air seni.

3. Banyak minum susu kedelai agar bayi berkulit putih
Fakta: warna kulit seseorang dipengaruhi oleh faktor genetik ayah dan ibunya, bukan dari susu kedelai.

4. Jangan makan jeruk karena akan meningkatkan lendir pada bayi dan risiko bayi kuning
Fakta: Jeruk adalah sumber vitamin C dan serat yang baik yang justru dibutuhkan untuk menghindari sembelit pada ibu hamil.

5. Makanan pedas akan membuat bayi terlahir dengan bercak kemerahan atau berwarna kulit gelap
Fakta: Warna kulit seseorang tidak ditentukan oleh makanan pedas, tapi faktor genetik dari ayah dan ibu. Yang perlu diperhatikan adalah bahwa makan makanan pedas saat hamil, membuat rasa tak enak di perut apalagi bila anda sedang mual, jadi bukan karena menyebabkan bercak kemerahan pada kulit. Yang ada perut terasa tidak nyaman, apalagi jika Anda punya gangguan lambung.

6. Minum susu bisa membuat bayi jadi cerdas

Fakta: Selama ini, susu lebih dikenal sebagai sumber kalsium saja. Padahal, susu juga kaya protein, vitamin A, vitamin B12, vitamin D, potasium, fosfor, serta niasin. Selain itu, susu berperan penting pada fungsi saraf, kontraksi otot, dan pembekuan darah. Bahkan, vitamin D di dalamnya bisa membantu penyerapan kalsium.

Bukan cuma itu lho. Ternyata, susu mengandung pula choline, z at gizi yang punya andil dalam penghantaran rangsang di saraf otak. Penelitian yang dimuat di Journal of The American College of Nutririon menunjukkan, ibu hamil yang mengonsumsi choline dalam jumlah cukup akan melahirkan bayi dengan kemampuan memori yang oke sepanjang hidupnya. Jadi, choline memang cukup berpengaruh terhadap perkembangan dan pusat memori pada otak janin Anda.

7. Biar si kecil cerdas, banyak-banyaklah makan ikan

Fakta: Ikan adalah salah satu sumber yodium, zat gizi yang sangat dibutuhkan dalam pertumbuhan janin secara menyeluruh. Nah, janin yang masih sangat muda (pada trimester ke-1) belum bisa mendapat yodium dari kelenjar tiroidnya sendiri. Sementara itu, 80% dari yodium tersedia dalam kelenjar tiroid ibu. Apa jalan ke luarnya? Setiap kali butuh, ia akan mengambil zat gizi ini dari tubuh Anda melalui plasenta. Terbayang kan kalau Anda sampai kekurangan yodium.

Masalahnya, 1 dari 100 ibu hamil berisiko mengalami kekurangan yodium. Padahal, kekurangan zat gizi ini bisa berpengaruh terhadap kerja kelenjar tiroid Anda alias hipotiroidisme . Akibatnya? Yang jelas, pertumbuhan janin akan terhambat. Bahkan, bisa jadi kelak ia tumbuh lebih kerdil ketimbang teman-temannya.

Dan ternyata, seperti yang dibuktikan pada sebuah penelitian di Jerman terhadap 62 anak usia 7-9 tahun, anak-anak yang ibunya kekurangan yodium ketika hamil IQnya 4 poin lebih rendah dibanding mereka yang ibunya tidak pernah kekurangan yodium. Selain yodium, ikan juga mengandung asam lemak, yakni DHA (asam dokosaheksanoat) yang mirip asam lemak omega-3 (zat yang dapat melindungi Anda terhadap serangan jantung). Nah, janin yang tidak mendapat DHA yang mencukupi dikhawatirkan akan menderita gangguan penglihatan dan perilaku abnormal begitu lahir. Sepanjang hidupnya, ia juga akan mengalami kesulitan dalam mengendalikan emosi, gangguan sistem kekebalan, serta kesulitan belajar. Sebagai catatan, sekitar 70% dari seluruh pertumbuhan sel terjadi pada akhir trimester ke-3. Makanya, zat ini penting juga perlu disalurkan ke janin.

8. Ibu aktif berolahraga, janin pun pintar

Fakta: Sepintas, hubungan antara kedua hal ini agak mengada-ada. Penelitian yang dilakukan oleh James F. Clapp, MD dari Case Western University di Cleveland, Amerika, membandingkan anak-anak dari ibu hamil yang berolahraga dengan ibu hamil yang tidak pernah berolahraga.
Penelitian secara berkesinambungan ini menunjukkan, setelah usia 5 tahun, anak-anak yang ibunya rajin berolahraga memiliki skor inteligensia yang lebih tinggi dalam tes inteligensia secara umum maupun dalam keterampilan berbahasa. Bisa jadi, aliran darah yang lancar selama ia berolahraga menghantar aliran oksigen yang lancar pula bagi si kecil. Perkembangan janin pun terpacu pesat.

9. Sering mengajak si kecil bicara = bayi cerdas

Fakta: Rangsangan untuk mem
perdengarkan bunyi-bunyian bagi janin bukannya tanpa dasar. Bahkan, penelitian menunjukkan, janin sudah bisa mendengar pada usia 6 bulan. Penelitian di Belanda membuktikan pula, janin yang sudah memasuki trimester ke-3, bukan hanya bisa mendengar suara, tetapi juga bisa “belajar”. Para peneliti memperdengarkan bunyi-bunyian pada janin, lalu memonitor dengan USG (ultrasonografi) untuk melihat reaksinya. Ternyata, janin bereaksi lebih cepat setiap kali mendengar bunyi-bunyian. Namun, ini tetap tidak bisa membuktikan kalau “belajar lebih dini” ini akan memberikan efek pada kemampuan inteligensinya ketika dewasa.

Meski begitu, penelitian Frances P. Glascoe, Ph.D , pengajar di Vanderbilt University, Berlin Timur, Jerman, boleh juga disimak. “Janin, bayi, maupun balita yang dibesarkan dalam lingkungan yang membiasakannya untuk berbicara dengan baik, mendengar, dan membaca, cenderung memiliki IQ yang lebih tinggi dan lebih maju di sekolah,” katanya.

10. Musik klasik bisa meningkatkan kecerdasan bayi

Fakta: Banyak orang menduga, perkembangan otak janin sangat dipengaruhi oleh kejadian di luar rahim. Jika Anda suka bernyanyi dan memainkan musik, kelak ia akan “ingat” musik tersebut. Inilah yang diungkapkan oleh Pablo Casals, pemain cello yang lahir di sebuah kota kecil dekat Barcelona, Spanyol. Pada usia 4,5 tahun, dengan mudah ia memainkan lagu-lagu, meski belum pernah membaca partiturnya. Barulah tahu dia kemudian, bahwa ibunya (juga pemain cello) sering memainkan lagu-lagu itu ketika hamil tua. Tapi, benarkah musik menjadikannya bayi yang cerdas?

“Inteligensia merupakan hal yang kompleks,” kata David Baron, Kepala Bagian Psikiatri dari Fakultas Kedokteran Universitas Temple, Amerika. Makanya, sampai sekarang, belum ada bukti bahwa musik secara langsung akan merangsang otak janin sehingga kelak bisa punya IQ tertentu. Kok begitu? “Sekitar 60-80% dari kecerdasan seseorang diturunkan secara genetik,” jelasnya.

Tapi, janin yang terbiasa mendengar musik klasik yang tenang memang cenderung jadi anak yang tenang. Ia juga gampang tidur nyenyak. Dan, tidur lelap ini ada hubungannya dengan perkembangan otak! Asal tahu saja, sel saraf di otak akan tumbuh pesat ketika bayi tidur. Kalau ia tenang, tidur pun cukup. Perkembangan otak pun jadi maksimal.

Jaga kesehatan selama hamil bisa meningkatkan kecerdasan bayi
Fakta: “Hal penting yang dapat dilakukan para ibu agar bayinya sehat, termasuk otak dan psikisnya sehat, adalah menjaga kesehatan seoptimal mungkin,” kata Lisa Elliot, Ph.D, Asisten Profesor pada Bagian Saraf di The Chicago Medical School, Amerika. Bagaimana caranya?

  • Mengonsumsi makanan yang bergizi seimbang secara lengkap akan membantu perkembangan saraf otak.
  • Memperhatikan pertambahan berat badan selama hamil (untuk jelasnya, silakan lihat artikel Kehamilan Prima “Berat Badan Ibu vs Pertumbuhan Janin”). Bagaimanapun, pertambahan berat badan selama hamil ada pengaruhnya terhadap janin, termasuk juga tinggi rendahnya IQ.
  • Menghindari merokok, menenggak minuman keras, dan minum obat-obatan yang tidak perlu bisa meminimalkan gangguan pada perkembangan saraf.
Sumber : http://rumahqorma.com

Tips Persiapan Kehamilan

Jika Anda sedang merencanakan untuk segera menimang si buah hati berikut beberapa tips untuk dilakukan agar kehamilan berjalan lancar dan si kecil pun sehat:

1. Berat badan ideal
Pastikan berat badan Anda sudah ideal, untuk mengukurnya gunakan indeks masa tubuh dengan rumusan berat badan dalam kilogram dibagi kuadrat dari tinggi badan dalam meter.

Disebut ideal jika angkanya antara 20-25. Tubuh yang terlalu kurus akan berpengaruh pada produksi sel telur setiap bulannya. Sementara lemak yang berlebihan karena kegemukan juga sama tak baiknya karena bisa mengganggu kehamilan dan janin.

2. Cek kesehatan
Gangguan tiroid, anemia, kekurangan zat besi, tekanan darah tinggi, diabetes, dan infeksi vagina, adalah sederet penyakit yang bisa mengganggu kehamilan. Periksakan kesehatan Anda untuk memastikan tubuh Anda dan pasangan sehat.

3. Pengaruh obat
Beberapa jenis obat tidak dianjurkan untuk dikonsumsi selama kehamilan. Jika Anda sedang mengonsumsi obat-obatan, konsultasikan hal ini dengan dokter.

4. Mulai minum vitamin
Beberapa jenis suplemen yang berguna mendukung kesehatan janin di antaranya asam folat, suplemen zat besi untuk meningkatkan kadar mineral penting dalam tubuh, serta asam lemak omega-3.

5. Stop bad habits
Hentikan semua kebiasaan buruk Anda; merokok, minuman beralkohol, dan kafein. Rokok menyebabkan bayi lahir dengan berat kurang, selain tentu juga merusak paru-paru. Nekat minum alkohol bisa menyebabkan gangguan tumbuh kembang janin, sedangkan kafein bisa meningkatkan risiko keguguran.

6. Mulai olahraga
Mulailah melakukan olahraga sejak sekarang karena selama hamil 9 bulan tubuh Anda harus bekerja lebih keras untuk menjamin kesejahteraan janin di kandungan.

Sumber : baju-hamil.com